Kamis, 26 April 2018

Pesan pertama

                    PESAN PERTAMA
Tak lama dari saat itu kami sering bertemu, entah itu dirumah sepupuku atau di jalan.
sore itu aku dan dini berjanji untuk pertama kali dan untuk yang pertama berduaan. bayangin saja aku yang jarang mengenal perempuan langsung ketemuan gini, gugup nggak tau harus ngapain. kami bertemu disalah satu jalan yang biasa kami lewati.
dan aku yang waktu itu gugup nggak tau harus ngomong darimana dulu.
dini : hei. udah lama nunggunya? sapanya.
aku  : he. nggak kok. barusan nyammmpe. sambil gelagapan.
niatku ingin mengajakanya jalan-jalan namun aku tak pernah bisa mengatakannya.
dini : pulang yuk!. udah sore
aku  : iya. duluan aja
ketika itu iya pulang dan aku hanya bisa mencaci maki diriku yang tak bisa apa-apa dihadapannya.
Malampun datang aku yang ingin menyapanya lewat pesan singkat(maklum belum ada Whatsapp) tak tau harus menyapanya bagaimana. dan ketika kuterbangun sudah pagi. aku tak mengucapkan apapun tadi malam kepadanya. aku menyesali semuanya yang terjadi pada malam itu. mungkin kalian ini cinta monyet. tapi itu hak kalian, silakan saja nilai.
Malam selanjutnya inginku mengucapkan selamat tidur namun aku bisa melawan kekhawatiranku yang tak dibales olehnya.
aku  : Selamat tidur 😊
dini : ah, ini baru jam 7 kok udah selamat tidur sih ? aku baru habis makan malam.
aku  : oh iyaa. maaf nggak liat jam.
dini : iya udah, aku belajar dulu iya.
aku  : iyaa.
Dan pesan pertamakupun berhasil kuutarakan padanya, iya walaupun itupun salah.

Waktu itu hari ulang tahunnya dia bersama kekasihnya, aku tak ingin merusak momen indahnya.
Kado yang akan aku kasih kepadanya langsung kutittipkan saja temannya kemudian aku pulang.
Bahkan sampai saat ini aku tidak tau dia masih menyimannya atau tidak, aku melihatnya bersma pacarnya tapi aku ikit bahagia bisa melihat dia tertawa bersama orang lain.

6 bulan berlalu, aku kembali kehidupannya lagi. Aku yakin dia punya cinta untukku dan tidak pernah berhenti mengejarnya. Terkadang otak berpikir untuk melupakannya tapi hati ini menahan dan ingin memilikinya.

Aku dan dia saling menghububgi lagi dan aku tak mampu menahan perasaanku padanya dan kembali kujujur padanya padahal aku tahu dia miliki orang lain, namun tak semudah yang kuharapkan, dia ingin melihatku memperjuangkannya lagi.

Aku menunggu saat dia pisah dengan kekasihnya walau makan hati aku tetap bertahan mencintainya. Hingga waktunya tiba.

Sebulan berlalu aku kembali jalan dengannya aku begitu nyaman dengannya dan dia katakan hal yang sama padaku.. aku ingin mengungkapkan isi hati ini yang lama terpendam.

Aku : dini, aku mau jujur sama kamu !

dini: masalah apa?

Aku : tentang perasaanku selama ini.

dini: iya, jujur saja !

Aku : sejujurnya aku ingin memilikimu seutuhnya, dan aku benar-benar mencintaimu ( berlutut dihapapannya )

dini: aku tau dari dulu kamu inginkan aku dan aku juga tau kamu mencintaiku, aku hanya ingin tau seberapa tulusnya kamu ke aku !! Dan sampai mana cintamu untukku.
Terimakasih telah mencintaiku. Aku mencintai caramu mencintaiku dan aku ingin bersamamu selamanya.

Aku : benarkah yang kamu ucapkan itu? aku janji takkan membuatmu kecewa dan aku janji akan menjaga cinta kita.( mencium keningnya )

Pertemuan pertama

kisah ini dimulai saat aku masih kelas 2 SMA, biar kalian tau saja aku anak ke dua dari dua saudara. dan umurku waktu itu masih 17 tahun. aku akan memakai nama samaran bukan untuk tidak ingin diketahui identitasku namun aku nggak mau orang yang aku tulis dalam cerita ini tau bahwa aku masih mengingatnya. so aku akan lanjut iya !

Waktu itu sekitar pukul 3 siang anak SMP pulang sekolah dan ini yang paling aku tunggu-tunggu, oh iya aku belum kasih tau namaku iya, panggil saja aku Reza.
Sepupuku namanya nadia, dia bersekolah disalah satu sekolah dikota jogja, waktu itu masih SMP. wajarlah anak SMP banyak teman disekolahnya, iya walaupun mereka sering punya geng yang berbeda-beda. Dan aku tau geng mereka karna aku punya perasaan disalah satu anggota geng mereka. Akan kusebutkan anggota geng mereka satu-satu karna mereka punya geng beranggotakan sekitar 7 oranglah. aku lupa, tapi kisaran itulah. aku nggak mau merincikan tentang mereka semua namun bakalan aku sebutin namanya aja iya.
Pertama nadia(sepupuku), ica, bella, intan, dini(target), sukma, dan ikha. semua itu adalah satu geng sepupuku. aku rasa cukup buat kalian mengerti tujuanku. oke lanjut !

             PERTEMUAN PERTAMA
Setelah pulang sekolah geng sepupuku ini pulang kerumah sepupuku. asal kalian tau iya sepupuku punya kios atau warung begitulah, biasa disana tempat aku dan teman-temanku suka ngkrong, maklum warung keluarga gitu.
Aku masih ingat waktu itu hari sabtu, aku dipanggil sepupuku untuk berkenalan dengan anggota gengnya.
Aku   : iyaa! apa?
Nadia : Sini.
Aku menghampiri mereka.
Aku   : Apa?
Nadia : Kenalian ini teman-teman aku.
Aku   : Oh. gengnya kamu. sambil senyum.
hei sapaku. aku Reza.
bella : aku bella.
ica   : aku ica.
dini  : aku dini.
ikha  : aku ikha.
intan : aku intan.
sukma : aku sukma.
Aku.  : Aku kekios dulu iyaa. salam kenal semua.

Dari perkenalan itulah aku suka sama salah satu anggota geng sepupuku. aku menyukai semua hal tentang dia, rambut, mata, semua yang ada pada dia. entah apa yang kurasakan saat itu. aku ingin kembali padanya dan bicara banyak hal tentangnya. namun apalah kekuatan seorang anak SMA yang hanya berani melihat saja.

Senin, 01 Februari 2016

Perjuangan

Cerita tak pernah berbohong mengungkapkan bahwa apa yang harus dikatakan kepadanya.
5 tahun yang lalu, tepatnya saat salah satu misanku berulang tahun dan disanalah aku bertemu dengannya.
Saat itu aku masih duduk dikelas 2 SMA, dan ia baru kelas 2 SMP.
Kuingat jelas saat itu dia hanya tersenyum kepadaku dan disaataku belum mengerti apa cinta dan untuk apa cinta.
Kuakui dia begitu manis dan cantik hingga jiwa ini tak bisa berbuat banyak, aku ingin menghampirinya tapi hati dan pikiran berperang hebat.
2 minggu kemudian aku mendapat kontaknya dan kutau namanya dari temanku, aku hanya tau namanya saja bahkan untuk menyebut namanya rasanya tak mungkin.
Perjuanganku tidak sampai situ saja, aku mulai mencari informasi tentang dimana dia tinggal.
Seminggu telah berlalu dan aku selalu membututinya setiap pulang sekolah, sampai akhirnya dia kerumah misanku untuk melakukan sesuatu.
Aku tak menyia-yiakan kesempatan itu dan disanalah aku pertama mendengar suaranya.
Aku : hey ya?
Dia : iya ada apa? ( sambil melihatku dengan pandangan tak pasti )
Aku : aaa...ku hanya ingin tau namamu saja ( sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman )
Dia : oh, iya boleh kok ( sambil tersenyum manis )
Aku : nama kamu siapa?
Dia : lia, nama kamu siapa?
Aku : fendy, maaf iyaa
Dia : iya, ndak apa-apa kok.
perjuanganku untuk berkenalan membuahkan hasil, an namanya selalu kusebut saat sebelum tidur.
Yulia sasmita namanya, tapi perjuanganku masih panjang setiap hati aku bertemu dengannya dan rasa saat pertama aku melihatnya tak pernah berubah.
Aku mendapatkan kontaknya dan kita mulai saling menghubungi.
Sebulan berlalu, aku rasa inilah waktunya untuk memberitahukan perasaanku padanya.
Aku : ya, aku mau ngomong sesuatu ( berdebar-debar )
Lia : iya, ngomong aja ( tersenyum )
Aku : aku suka sama kamu dari pertama kita ketemu dipesta itu ( menatap dan memegang tangannya )
Lia : maaf sebelumnya tapi aku belum ada rasa sama kamu, maaf iya ( melepas tangannya dan pergi )
Aku terdiam begitu saja, tak sekatapun bisa terucap dari mulut ini.
tapi perjuanganku untuk mendapatkannya tidak sampai situ, aku mencoba mencari tau apa yang dia suka.
Waktu itu hari ulang tahunnya dia bersama kekasihnya, aku tak ingin merusak momen indahnya.
Kado yang akan aku kasih kepadanya langsung kutittipkan saja temannya kemudian aku pulang.
Bahkan sampai saat ini aku tidak tau dia masih menyimannya atau tidak, aku melihatnya bersma pacarnya tapi aku ikit bahagia bisa melihat dia tertawa bersama orang lain.
6 bulan berlalu, aku kembali kehidupannya lagi. Aku yakin dia punya cinta untukku dan tidak pernah berhenti mengejarnya. Terkadang otak berpikir untuk melupakannya tapi hati ini menahan dan ingin memilikinya.
Aku dan dia saling menghububgi lagi dan aku tak mampu menahan perasaanku padanya dan kembali kujujur padanya padahal aku tahu dia miliki orang lain, namun tak semudah yang kuharapkan, dia ingin melihatku memperjuangkannya lagi.
Aku menunggu saat dia pisah dengan kekasihnya walau makan hati aku tetap bertahan mencintainya. Hingga waktunya tiba.
Sebulan berlalu aku kembali jalan dengannya aku begitu nyaman dengannya dan dia katakan hal yang sama padaku.. aku ingin mengungkapkan isi hati ini yang lama terpendam.
Aku : lia, aku mau jujur sama kamu !
Lia : masalah apa?
Aku : tentang perasaanku selama ini.
Lia : iya, jujur saja !
Aku : sejujurnya aku ingin memilikimu seutuhnya, dan aku benar-benar mencintaimu ( berlutut dihapapannya )
Lia : aku tau dari dulu kamu inginkan aku dan aku juga tau kamu mencintaiku, aku hanya ingin tau seberapa tulusnya kamu ke aku !! Dan sampai mana cintamu untukku.
Terimakasih telah mencintaiku. Aku mencintai caramu mencintaiku dan aku ingin bersamamu selamanya.
Aku : benarkah yang kamu ucapkan itu? aku janji takkan membuatmu kecewa dan aku janji akan menjaga cinta kita.( mencium keningnya )
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak seperti yang kita harapkan masalah mulai datang menguji cinta kita. Hanya hitungan menit dia meninggalkan begitu saja. Aku tau aku salah dan aku tahu aku begitu egois kepadanya.
kamu yang membuat hidupku terang dan kamu juga yang membuat hidupku gelap, terima kasih telah memberi beribu-ribu warna dalam hidup ini untukku jalani walau tanpa dirimu. Aku sudah cukup senang mendengar kamu mencintaiku dan akan ku jaga cintamu untuk selamanya. jalani apa yang harus benar-benar dijalani dan aku akan selalu berada disampingmu untuk membantumu.. i love you kecintaanku. Sudah cukup lama aku mendambakanmu untuk kumiliki.
Seminggu kemudian kudengar kamu tak dimiliki orang lain, aku tak menyangka secepat itukah aku dilupakan olehnya?
Tapi aku tak pernah menyerah untuk memperjungkannya lagi. Karna yang telah tertulis diotak ini adalah aku milikmu dan kamu milikku.
Selama dia bersama orang lain, aku selalu inhin tau keadaannya. Sering kali aku melihat sosmednya dan yang selalu membuatku makan hati ketika aku melihat fotonya bersama orang lain dengan begitu bahagianya.
Pernah kuberpikir bahwa cinta itu tak mesti memiliki, tapi aku tak pernah percaya kalau orang yang aku cintai bahagia aku juga ikut bahagia.. itu hanya ada di film sinetron saja.
Tidak mudah menjalani ini tapi aku tetap bertahan dengan keyakinan hati.
Aku pernah mencoba mencari penggantinya agar aku bisa bahagia bersama orang lain seperti dia, tapi mungkin aku tak pernah bisa mencintai orang selain dia. Dan aku percaya jika tidak esok dia bersamaku mungkin lusa. Itulah yang ada dipikiraan ku hingga kusanggup bertahan 3 tahun belakangan ini.
Sekarang dia mungkin telah pergi dariku dan dia berjanji akan kembali pada saatnya nanti. Aku selalu berharap untuk bisa bersama selamanya tapi akan kukabarkan semua tentang cerita tentang aku dan kamu. Setiap hari yang kuingin hanya bisa bersamamu.
2 tahun berlalu kamu kembali datang kehidupku dan menanyakan keadaanku, begitu berharganya aku dihari ulang tahunku dengan kehadiranmu itu aku telah bahagia untuk bisa membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu.
Terima kasih telah mencintaiku selama ini.